mudik

 

gif maker

 

 

free counters

free web tracker

Kepuasan Pasien Kami Utamakan
image

PURIASIH GROUP

Kurang Tidur, Terancam Pikun

image

Pikun umumnya dialami oleh manusia usia lanjut. Hal tersebut lumrah, karena pada usia senja seseorang akan banyak kehilangan sel-sel penting dalam sayaraf pengingat. Bagaimana dengan yang masih muda usianya, tapi sudah suka lupa atau pikun? Sampai-sampai anak sendiri sudah tidak diingat lagi. Itulah satu cirri orang pikun. Bisakah pikun disembuhkan?

 

Peneliti Rumah Sakit Barnes-Jewish di Saint Louis, Missouri, Amerika Serikat, melakukan uji coba terhadap tikus. Hasilnya, tikus yang kurang tidur berpeluang besar terkena Alzheimer.
Dalam studi tersebut, para peneliti mempelajari tingkat amyloid-beta-protein yang terakumulasi di otak penderita pikun, yang pada tikus direkayasa secara genetis.

 

Tingkat amyloid akan naik dalam otak ketika tikus bangun dan menurun saat tikus tidur. Menurut sang peneliti, Dr. David Holtzman, kurang tidur ternyata mempercepat pembentukan plak amyloid-beta. Dia bersama timnya menyuntikkan orexin , sebuah senyawa yang mengatur tidur ke dalam otak tikus, kelompok pengerat ini tetap terjaga lebih lama dan level amyloid-beta lama-lama meningkat, lalu saat orexin diblokir, tingkat amyloid-beta menurun. Jadi, orexin bermanfaat untuk penanganan penderita Alzheimer atau kepikunan.

Fri, 2 Apr 2010 @19:08


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Kode Rahasia
Masukkan hasil penjumlahan dari 7+9+6

Copyright 2017 .puri asih hospital All Rights Reserved